Ilusi Optik Ambigu: Gambar yang Sama Bisa Terlihat Berbeda!

Sekilas kita akan langsung melihat seekor burung merpati putih yang sedang terbang pada gambar ini.

ilusi optik ambigu

Namun, jika diperhatikan lebih lama, bentuk tubuh dan sayap burung ternyata juga membentuk siluet wajah manusia yang menghadap ke kanan.

Inilah yang membuat gambar seperti ini menarik: bukan gambarnya yang berubah, tetapi cara otak kita menafsirkan bentuk dan ruang kosong di dalamnya yang berubah. 

Inilah yang disebut ilusi optik ambigu.

Dan menariknya, setelah kamu berhasil melihat ambiguitas tersebut, kamu mungkin akan kesulitan untuk kembali melihat gambar hanya dengan satu cara.

Apa Itu Ilusi Optik Ambigu?

Ilusi optik ambigu adalah ilusi visual yang memungkinkan satu gambar menghasilkan dua atau lebih interpretasi yang berbeda.

Artinya, objek fisiknya tetap sama, tetapi otak dapat memberikan lebih dari satu penafsiran.

Contohnya:

  • sebuah gambar bisa terlihat seperti vas atau dua wajah;
  • seekor hewan bisa terlihat seperti bebek atau kelinci;
  • sebuah gambar bisa terlihat seperti wanita muda atau wanita tua;
  • sebuah bentuk geometris bisa terlihat memiliki orientasi berbeda.

Yang menarik, biasanya kita tidak bisa melihat semua interpretasi secara bersamaan dengan jelas.

Persepsi kita dapat berpindah dari satu interpretasi ke interpretasi lainnya.

Contoh Paling Terkenal: Vas atau Dua Wajah?

Ini adalah salah satu contoh klasik ilusi ambigu, yaitu gambar Vas Rubin

Jika kamu melihat bagian tengah berwarna gelap sebagai objek utama, kamu akan melihat:

sebuah vas.

ilusi optik ambigu

Tetapi jika perhatian berpindah ke bagian terang di kedua sisi, kamu akan melihat:

dua wajah yang saling berhadapan.

Gambarnya sama.

Namun interpretasinya berubah.

Di sinilah konsep figure-ground menjadi penting.

Dalam penglihatan, otak sering membedakan antara:

figure → objek utama yang sedang diperhatikan

dan

ground → latar belakangnya.

Masalahnya, dalam gambar seperti Vas Rubin, bagian yang menjadi "objek" dan bagian yang menjadi "latar belakang" dapat bertukar posisi.

Ketika bagian tengah dianggap sebagai objek:

vas muncul.

Ketika bagian samping dianggap sebagai objek:

dua wajah muncul.

Jadi sebenarnya bukan gambarnya yang berubah.

Selain Vas Rubin, gambar berikut ini juga menjadi salah satu contoh hubungan antara objek dan latarnya yang berubah dalam persepsi kita. 

ilusi optik ambigu

Otak kita bisa melihat satu gambar dengan dua cara berbeda tergantung pada bagian mana yang dianggap sebagai objek utama (figure) dan mana yang dianggap sebagai latar belakang (ground). 

Pada gambar tersebut, deretan tiang putih dapat terlihat sebagai objek utama, tetapi jika perhatian dialihkan ke ruang hitam di antara tiang, muncul siluet wajah manusia yang saling berhadapan. Ilusi ini menunjukkan bahwa persepsi kita dapat berubah hanya dengan mengubah fokus antara objek dan latar belakang. 

Bebek atau Kelinci?

Ini juga salah satu contoh terkenal.

ilusi optik ambigu

Sekilas mungkin kamu melihat:

bebek.

Tetapi jika memperhatikan bagian tertentu dari gambar dengan cara berbeda, kamu melihat:

kelinci.

Tidak ada yang berubah.

Tidak ada telinga yang benar-benar bergerak.

Tidak ada paruh yang berubah menjadi mulut.

Otak kamu hanya mengganti interpretasi terhadap bentuk yang sama.

Kenapa Setelah Melihat Kelinci Kita Sulit Melihatnya sebagai Bebek?

Informasi baru tersebut memengaruhi cara kita memperhatikan gambar.

Inilah salah satu contoh bagaimana pengetahuan dan perhatian dapat memengaruhi persepsi.

Wanita Tua atau Wanita Muda?

Contoh klasik lainnya adalah gambar yang dikenal sebagai My Wife and My Mother-in-Law.

ilusi optik ambigu

Dalam satu interpretasi, kamu bisa melihat:

seorang wanita muda yang sedang membelakangi kita.

Namun jika memperhatikan bentuk wajah dan garis lainnya dengan cara berbeda, Anda dapat melihat:

seorang wanita tua.

Sekali lagi:

gambar yang sama.

Tetapi persepsi berbeda.

Apakah Mata yang Salah?

Tidak sesederhana itu.

Mata sebenarnya menangkap cahaya dari gambar tersebut dengan cukup baik.

Yang menjadi menarik adalah apa yang dilakukan otak terhadap informasi tersebut.

Mata memberikan informasi visual.

Kemudian otak mengolahnya.

Karena gambar ambigu memiliki beberapa kemungkinan interpretasi, otak harus memilih atau berpindah antara interpretasi tersebut.

Jadi daripada mengatakan:

"Mata saya salah."

Lebih tepat mengatakan:

"Sistem visual saya sedang memilih interpretasi yang berbeda."

Otak Harus Membuat Keputusan

Bayangkan kamu melihat benda yang hanya terlihat sebagian di balik pintu.

Anda tidak melihat seluruh benda.

Tetapi otak tetap mencoba memperkirakan bentuk lengkapnya.

Mengapa?

Karena dalam kehidupan nyata, kita hampir selalu melihat dunia dalam kondisi yang tidak sempurna.

Objek bisa:

  • tertutup,
  • berada dalam bayangan,
  • jauh,
  • kabur,
  • atau sebagian berada di luar bidang pandang.

Otak harus mengambil keputusan dengan informasi yang terbatas.

Ilusi ambigu memanfaatkan kemampuan tersebut.

Ilusi Ambigu dan Pengalaman Sebelumnya

Apa yang kamu lihat juga dapat dipengaruhi oleh pengalaman.

Misalnya, sebuah bentuk tertentu dapat terlihat seperti sesuatu yang familiar.

Jika kamu sebelumnya pernah melihat bentuk serupa sebagai benda tertentu, otak dapat lebih mudah menghubungkannya dengan pengalaman tersebut.

Karena itu, dua orang dapat terkadang memberikan interpretasi berbeda terhadap gambar yang sama.

Bukan berarti salah satunya tidak bisa melihat.

Mereka mungkin memberikan bobot berbeda terhadap petunjuk visual yang tersedia.

Kubus Necker: Kubus yang Bisa Berubah Arah

Sekarang kita masuk ke contoh yang lebih abstrak.

Kubus Necker adalah gambar sederhana berupa garis-garis yang membentuk kubus.

Tetapi ada sesuatu yang aneh.

ilusi optik ambigu


Jika kamu memperhatikannya cukup lama, kubus tersebut dapat terasa seperti:

menghadap ke satu arah.

Kemudian tiba-tiba:

berubah orientasi.

Padahal garis-garisnya tetap sama.

Tidak ada bagian yang bergerak.

Tidak ada animasi.

Persepsi kamu saja yang berpindah.

Kenapa Kubus Bisa Terlihat Berputar?

Otak mencoba menentukan:

"Bagian mana yang paling dekat?"

Tetapi gambar tersebut tidak memberikan informasi kedalaman yang cukup jelas untuk menentukan satu jawaban secara permanen.

Akibatnya, otak dapat memilih salah satu interpretasi.

Kemudian setelah beberapa saat, interpretasi tersebut dapat berubah.

Hasilnya adalah sensasi bahwa kubus seperti "berbalik" atau "berputar".

Padahal:

gambar benar-benar diam.

Ilusi Ambigu Menunjukkan Bahwa Persepsi Itu Aktif

Ini adalah salah satu pelajaran paling penting dari ilusi ambigu.

Melihat bukanlah proses pasif.

Otak secara aktif:

  • mencari pola,
  • membandingkan informasi,
  • menentukan objek,
  • memperkirakan kedalaman,
  • menggunakan pengalaman,
  • dan memilih interpretasi yang dianggap paling masuk akal.

Karena itu, apa yang kita lihat sebenarnya merupakan hasil dari interaksi antara informasi visual dan proses interpretasi otak.

Kenapa Kita Tidak Bisa Melihat Dua Interpretasi Sekaligus?

Ini pertanyaan yang menarik.

Pada banyak ilusi ambigu, kita dapat mengetahui bahwa dua interpretasi tersebut ada.

Tetapi persepsi kita biasanya cenderung berganti dari satu interpretasi dominan ke interpretasi lainnya.

Misalnya:

vas → dua wajah → vas → dua wajah

atau:

bebek → kelinci → bebek → kelinci

Fenomena perpindahan seperti ini sering disebut sebagai perceptual bistability ketika terdapat dua interpretasi yang bersaing.

Persepsi bukan sekadar menerima gambar.

Sistem visual harus menentukan interpretasi mana yang sedang dominan.

Apakah Kita Bisa Mengontrol Pergantian Persepsi?

Kadang-kadang kita bisa sedikit memengaruhinya.

Caranya dengan mengubah:

  • fokus perhatian,
  • arah pandangan,
  • bagian gambar yang diperhatikan,
  • atau konteks yang kita pikirkan.

Misalnya pada gambar vas dan dua wajah, fokuskan perhatian pada bagian tengah untuk melihat vas.

Kemudian fokuskan perhatian pada sisi gambar untuk membantu melihat wajah.

Namun kita tidak selalu dapat mengontrol pergantian tersebut sepenuhnya.

Kadang-kadang persepsi berpindah secara spontan.

Ilusi Ambigu dalam Kehidupan Sehari-hari

Ilusi ambigu bukan hanya permainan gambar.

Prinsip interpretasi visual seperti ini juga berguna dalam banyak bidang.

Desain grafis

Desainer dapat menggunakan bentuk ambigu untuk membuat logo atau gambar yang memiliki makna ganda.

ilusi optik ambigu


ilusi optik ambigu


Seni

Seniman dapat membuat karya yang menghasilkan interpretasi berbeda tergantung cara pengamat melihatnya.

ilusi optik ambigu

Fotografi

Sudut pengambilan gambar dapat membuat sebuah objek terlihat seperti sesuatu yang lain.

ilusi optik ambigu

Arsitektur

Perspektif dan bentuk dapat digunakan untuk menghasilkan kesan ruang yang berbeda.

ilusi optik ambigu

Periklanan

Iklan dapat memanfaatkan persepsi visual untuk menarik perhatian dan membuat pesan lebih mudah diingat.

ilusi optik ambigu

Apakah Semua Ilusi Ambigu Sama?

Tidak.

Ada beberapa jenis ambiguitas visual.

1. Ambiguitas figure-ground

Objek dan latar belakang dapat bertukar peran.

Contoh:

Vas Rubin.

2. Ambiguitas bentuk

Satu bentuk dapat ditafsirkan sebagai dua objek berbeda.

Contoh:

Bebek atau kelinci.

3. Ambiguitas perspektif

Satu gambar dapat memberikan lebih dari satu interpretasi mengenai kedalaman atau orientasi.

Contoh:

Kubus Necker.

4. Ambiguitas wajah

Satu pola dapat menghasilkan dua interpretasi mengenai wajah.

Contoh:

Wanita muda atau wanita tua.

Semua memiliki satu kesamaan:

gambar tidak berubah, tetapi persepsi dapat berubah.

Hubungannya dengan Ilusi Kognitif

Ingat kembali pembagian jenis ilusi optik yang kita bahas pada artikel Ilusi Optik: Ketika Mata Ditipu oleh Kenyataan

Ilusi optik dapat dikelompokkan menjadi:

  • ilusi literal,
  • ilusi fisiologis,
  • ilusi kognitif.

Ilusi ambigu termasuk ke dalam ilusi kognitif.

Mengapa?

Karena efeknya sangat berkaitan dengan bagaimana otak:

  • menafsirkan informasi,
  • menggunakan pengalaman,
  • mengenali pola,
  • menentukan objek,
  • dan membuat keputusan berdasarkan konteks.

Dengan kata lain, ilusi ambigu memberikan contoh yang sangat jelas bahwa persepsi tidak selalu merupakan salinan langsung dari dunia luar.

Jadi, Siapa yang Benar?

Jika Anda melihat:

bebek

dan teman Anda melihat:

kelinci

siapa yang benar?

Keduanya.

Itulah keunikan ilusi ambigu.

Tidak ada perubahan pada gambar.

Yang berbeda adalah interpretasi.

Dan justru itulah yang membuatnya begitu menarik.

Kesimpulan

Ilusi optik ambigu menunjukkan bahwa satu gambar dapat menghasilkan lebih dari satu persepsi.

Vas bisa berubah menjadi dua wajah.

Bebek bisa berubah menjadi kelinci.

Wanita muda bisa berubah menjadi wanita tua.

Kubus bisa terasa berbalik arah.

Padahal tidak satu pun objek tersebut benar-benar berubah.

Yang berubah adalah interpretasi otak terhadap informasi visual yang sama.

Fenomena ini menunjukkan bahwa penglihatan manusia bukan sekadar proses menerima gambar.

Otak terus mencari pola, menentukan objek, menggunakan konteks, dan memilih interpretasi yang paling masuk akal.

Jadi lain kali kamu melihat sebuah gambar dan merasa:

"Saya yakin ini yang saya lihat."

Coba berhenti sebentar.

Lihat lagi.

Cari kemungkinan lain.

Karena mungkin saja...

gambar itu tidak berubah.

Tapi cara melihatnya yang berubah.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apa itu ilusi optik ambigu?

Ilusi optik ambigu adalah ilusi yang memungkinkan satu gambar memiliki dua atau lebih interpretasi visual yang berbeda.

Apa contoh ilusi optik ambigu?

Contoh terkenal antara lain Vas Rubin, bebek-kelinci, wanita muda atau wanita tua, dan Kubus Necker.

Mengapa satu gambar bisa terlihat berbeda?

Karena otak menggunakan berbagai petunjuk visual, konteks, perhatian, dan pengalaman untuk menentukan interpretasi terhadap gambar.

Apakah ilusi ambigu termasuk ilusi kognitif?

Ya. Ilusi ambigu umumnya termasuk dalam kategori ilusi kognitif karena melibatkan proses interpretasi dan pengetahuan yang digunakan otak dalam memahami informasi visual.

Mengapa persepsi bisa berpindah-pindah?

Karena dua interpretasi yang berbeda dapat sama-sama didukung oleh informasi visual yang tersedia. Ketika salah satu interpretasi menjadi dominan, persepsi dapat kemudian berpindah ke interpretasi lainnya.

Apakah orang yang melihat interpretasi berbeda berarti salah?

Tidak. Pada ilusi ambigu, gambar memang dirancang agar dapat menghasilkan lebih dari satu interpretasi yang masuk akal.

Apakah kita bisa mengontrol apa yang kita lihat?

Sebagian bisa dipengaruhi dengan mengubah perhatian, fokus, atau cara melihat gambar, tetapi pergantian persepsi tidak selalu dapat dikendalikan sepenuhnya.


Posting Komentar (0)
Lebih baru Lebih lama