Pernah melihat beberapa gambar yang tampaknya tidak berhubungan, lalu diminta menentukan gambar berikutnya?
Kalau pernah, kemungkinan kamu sedang berhadapan dengan tes logika gambar.
Tes seperti ini sering membuat kita berpikir, “Ini sebenarnya polanya apa?” 😄
Menariknya, soal tes logika gambar tidak selalu membutuhkan kemampuan matematika yang tinggi. Yang lebih penting adalah kemampuan untuk mengamati, menemukan pola, membandingkan perubahan, dan menarik kesimpulan.
Artikel ini akan membahas apa itu tes logika gambar, jenis-jenis soalnya, cara menemukan pola, serta beberapa contoh latihan yang bisa kamu coba.
Sebelum lanjut: Kalau kamu belum membaca pembahasan dasarnya, kamu bisa terlebih dahulu membaca artikel Tes Logika: Pengertian, Jenis, Contoh Soal, dan Jawabannya.
Apa Itu Tes Logika Gambar?
Tes logika gambar adalah soal penalaran yang menggunakan gambar, bentuk, simbol, atau susunan visual untuk menguji kemampuan seseorang dalam menemukan hubungan dan pola.
Berbeda dengan soal matematika yang biasanya menggunakan angka dan operasi hitung, tes logika gambar lebih banyak mengandalkan kemampuan visual.
Misalnya, kamu diberikan urutan:
Tugasmu adalah menemukan pola tersebut.
Karena polanya berulang:
maka jawaban untuk gambar berikutnya adalah:
Sederhana, bukan?
Tetapi soal sebenarnya bisa dibuat jauh lebih rumit dengan mengubah beberapa unsur sekaligus.
Mengapa Tes Logika Gambar Terasa Sulit?
Kesulitan utama biasanya bukan karena gambarnya rumit, melainkan karena otak harus menemukan aturan yang tersembunyi di balik gambar tersebut.
Sebuah gambar bisa berubah berdasarkan:
- bentuk
- ukuran
- posisi
- arah
- jumlah objek
- warna
- rotasi
- pencerminan
- penambahan atau pengurangan objek
- perpindahan posisi
Bahkan beberapa aturan bisa muncul secara bersamaan.
Contohnya, sebuah bentuk mungkin:
berputar 90° → berubah posisi → kemudian jumlah titiknya bertambah satu.
Kalau kita hanya memperhatikan bentuknya, pola tersebut akan sulit ditemukan.
Jenis-Jenis Tes Logika Gambar
Tes logika gambar dapat dibuat dalam berbagai bentuk. Beberapa yang paling umum adalah sebagai berikut.
1. Deret Gambar
Pada tes logika deret gambar, kamu diberikan beberapa gambar yang tersusun berurutan.
Tugasnya adalah menentukan gambar yang seharusnya muncul berikutnya.
Contoh sederhana:
Karena polanya berulang setiap tiga gambar, maka jawabannya adalah C.
Deret gambar merupakan salah satu bentuk soal yang sangat populer karena dapat dibuat dari pola sederhana sampai sangat kompleks.
2. Rotasi Gambar
Pada soal ini, sebuah bentuk mengalami perubahan arah secara teratur.
Manakah jawaban yang tepat?
Bila dilihat, terdapat dua pola dalam gambar dalam deret ini. Coba perhatikan arahnya:
- lingkaran putih berputar 90° searah jarum jam, sedangkan
- lingkaran hitam berputar dengan arah yang berlawanan dengan jarum jam.
Catatan untuk mengerjakan soal seperti ini, perhatikan arah:
- atas
- kanan
- bawah
- kiri
Jangan langsung terpaku pada bentuk keseluruhannya.
3. Pencerminan
Pada jenis ini, gambar berikutnya merupakan hasil pencerminan gambar sebelumnya.
Contohnya, carilah pencerminan pada gambar dibawah ini:
Manakah jawaban yang tepat dari pencerminan gambar diatas.
Ya, jawabannya yang E.
Untuk mengerjakan soal seperti ini, bayangkan sebuah bentuk berada di depan cermin.
Mulailah dengan mencermati ukuran dari satu elemen gambar yang paling menonjol. Cocokkan dengan pilihan jawaban yang ada.
Pilihan yang berbeda, bisa kamu coret saja, agar lebih fokus pada kemungkinan jawaban yang benar.
Selanjutnya, perhatikan bentuk dan ukuran gambar asli yang paling dekat dengan garis cermin, lalu petakan gambar pencerminannya.
Kesalahan umum yang sering terjadi adalah menganggap gambar hanya diputar, padahal sebenarnya dicerminkan.
Contoh Lain Soal Pencerminan
Petunjuk Soal: Carilah pasangan dari gambar C, yang mengalami perlakuan sama terhadap A yang menghasilkan gambar pasangannya, B.
4. Perubahan Posisi
Kadang-kadang bentuknya tetap sama, tetapi posisinya berpindah.
Misalnya seperti gambar ini:Manakah pola yang cocok kelanjutan dari gambar diatas:
5. Penambahan atau Pengurangan Objek
Pola juga bisa muncul melalui jumlah objek.
Contohnya:
Dari pola penambahan garis pada gambar diatas, maka pilih gambar berikutnya dibawah ini:
Jawaban yang tepat adalah: D. Kenapa? Variasi awal, gambar 1 ke 2 penambahan garis dimulai kiri atas ditambah kanan bawah. Lalu kanan atas dan kiri bawah, dan seterusnya..Dalam soal yang lebih sulit, jumlah objek dapat bertambah sambil bentuk atau posisi juga berubah.
6. Pola Gabungan
Inilah jenis yang biasanya lebih menantang.
Misalnya setiap langkah mengalami dua perubahan:
- bentuk diputar 90°
- jumlah titik bertambah satu
Coba lihat soal ini:
Mana kotak yang tepat dibawah ini untuk melanjutkan deret diatas?
Kotak yang tepat untuk melengkapi gambar pada soal adalah potongan dengan 6 lingkaran bola hitam yang tertata diagonal ke kanan. Jadi jawabannya adalah B.
Cara Mengerjakan Tes Logika Gambar
Tidak perlu langsung menebak.
Gunakan langkah berikut.
Langkah 1 — Amati semua gambar
Jangan langsung melihat gambar terakhir saja.
Bandingkan seluruh urutan dari awal.
Langkah 2 — Cari sesuatu yang berubah
Tanyakan:
Apa yang berubah?
Apakah:
- bentuk?
- arah?
- posisi?
- jumlah?
- ukuran?
- warna?
Langkah 3 — Cari sesuatu yang tetap
Ini sering dilupakan.
Selain mencari perubahan, cari juga bagian yang tidak berubah.
Misalnya:
- bentuk selalu sama
- tetapi arahnya berubah.
Atau:
- arah selalu sama
- tetapi jumlah objek bertambah.
Langkah 4 — Periksa apakah polanya berulang
Banyak soal menggunakan pola berulang.
Contohnya:
A → B → C → A → B → C
atau:
1 → 2 → 4 → 1 → 2 → 4
Kalau menemukan pola seperti ini, kemungkinan besar jawabannya dapat ditemukan dengan melihat siklus tersebut.
Langkah 5 — Periksa perubahan antar-gambar
Jangan hanya membandingkan gambar pertama dengan gambar terakhir.
Bandingkan:
Gambar 1 → Gambar 2
kemudian:
Gambar 2 → Gambar 3
Apakah perubahan yang sama terjadi?
Jika ya, kemungkinan besar kamu sudah menemukan aturannya.
Jangan Terjebak oleh Gambar yang Terlihat Rumit
Salah satu trik yang sering digunakan dalam soal logika adalah membuat gambar terlihat kompleks.
Padahal aturan dasarnya mungkin sangat sederhana.
Misalnya sebuah gambar mempunyai:
- 3 bentuk
- 2 titik
- 1 garis
beberapa arah berbeda
Jangan mencoba memahami semuanya sekaligus.
Pisahkan menjadi bagian-bagian kecil:
Bentuk → arah → posisi → jumlah
Kemudian cari pola pada masing-masing bagian.
Sering kali jawabannya baru terlihat setelah gambar "dipecah" menjadi beberapa komponen.
Kesimpulan
Tes logika gambar pada dasarnya mengajak kita mencari aturan tersembunyi di balik sekumpulan gambar.
Kuncinya bukan sekadar cepat melihat gambar, tetapi mengetahui apa yang harus dicari.
Mulailah dengan memeriksa:
bentuk → arah → posisi → jumlah → pola perubahan.
Semakin sering berlatih, semakin terbiasa otak mengenali pola tanpa harus memeriksa setiap bagian secara perlahan.
Dan ingat, kalau sebuah soal terlihat sangat sulit, jangan langsung menyerah.
Pecah gambarnya menjadi bagian-bagian kecil.
Kadang-kadang pola yang terlihat rumit ternyata hanya terdiri dari dua aturan sederhana yang berjalan bersamaan.
Mau mencoba yang lebih menantang?
Kalau kamu sudah menguasai pola dasar di atas, tahap berikutnya adalah tes logika deret gambar.
Pada jenis soal ini, pola biasanya lebih kompleks karena perubahan dapat terjadi pada bentuk, posisi, arah, dan jumlah objek sekaligus.
Baca juga artikel lain terkait Tes Logika
- Tes Logika: Pengertian, Jenis, Contoh Soal, dan Jawabannya
- Tes Logika Aritmatika: Contoh Soal dan Pembahasannya
- Tes Logika Penalaran: Contoh Soal, Cara Menjawab, dan Pembahasannya
- Tes Logika Psikotes: Contoh Soal dan Jawabannya
- Tes Logika IQ: Uji Kemampuan Logika dan Penalaran








